Jan 03, 2026
|
915
Perlindungan Kulit: Mitos dan Fakta
7 Mitos dan Fakta Tentang Perlindungan dari Sinar Matahari yang Perlu Diketahui Orang Berkulit Hitam
Benar, orang dengan kulit lebih gelap dapat
mengalami kulit terbakar matahari, dan benar, orang dengan kulit lebih gelap
dapat mengalami kanker kulit. Orang
berkulit hitam atau berkulit lebih gelap memang memiliki lebih banyak melanin
yang memberi perlindungan alami terhadap sinar UV, tetapi hal itu tidak membuat
mereka kebal dari risiko terbakar sinar matahari, penuaan dini, hiperpigmentasi, maupun kanker kulit.
Melanin merupakan pigmen yang memberi warna
pada kulit, rambut, dan mata anda. Semakin tinggi melanin dalam tubuh anda,
semakin gelap kulit anda. Berfungsi sebagai pelindung alami
terhadap bahaya sinar UV matahari, dan karena hal ini, beberapa orang berkulit
hitam mungkin berpikir kulit mereka tidak akan terbakar oleh sinar matahari.
Namun, apakah itu benar?
Berikut ini beberapa mitos dan fakta yang harus
diketahui oleh orang berkulit hitam (dan siapapun yang berkulit lebih gelap)
tentang perlindungan dari sinar matahari.
1. Mitos: Orang dengan Kulit Lebih Gelap Tidak
Perlu Khawatir tentang Terbakar oleh Sinar Matahari (Sunburn)
Beberapa
orang berkulit hitam mungkin melewatkan penggunaan tabir surya, mungkin percaya
bahwa melanin mereka akan memberikan perlindungan yang cukup dari sinar
matahari dan kulit mereka tidak akan terbakar.
Namun, saat melanin memberikan beberapa
perlindungan dari sinar UV, hal ini bukan berarti terbakar sinar matahari tidak
dapat memengaruhi orang dengan warna kulit yang lebih gelap.
“Kulit yang lebih gelap lebih kecil
kemungkinannya untuk terbakar dibandingkan kulit yang lebih cerah, namun tidak
kebal,” ucap Hannah Kopelman, DO, seorang dokter kulit di Kopelman
Hair Restoration di New York City. “Terbakar sinar matahari pada kulit yang
lebih gelap dapat menyebabkan sakit, terkelupas, dan kerusakan jangka panjang,
namun melindungi kulit dengan tabir surya dan berteduh dapat mencegah masalah
ini,” Ia menambahkan.
Perlu
juga diperhatikan bahwa terbakar sinar matahari dapat tampak berbeda pada kulit
yang lebih gelap. Kulit yang terdampak mungkin hanya menjadi lebih gelap dan
terasa hangat ketika disentuh.
Karena
peradangan dan kemerahan tidak selalu terlihat, orang berkulit hitam dapat
mengalami kulit terbakar sinar matahari tanpa segera menyadarinya.
2. Fakta: Orang Berkulit
Hitam dan Orang dengan Kulit Lebih Gelap Membutuhkan Tabir Surya
Menggunakan tabir surya adalah salah satu cara utama
untuk orang dengan kulit lebih gelap melindungi diri mereka dari terbakar sinar
matahari dan mengurangi risiko terkena kanker kulit. Namun, menjaga diri agar
terhindar dari kanker bukanlah satu-satunya alasan dalam menggunakan tabir
surya.
Tabir surya tidak hanya mengurangi kemungkinan terbakar sinar matahari, namun juga
dapat mencegah jenis kerusakan kulit lainnya. Kerusakan kulit ini termasuk
keriput, yang terbentuk saat sinar matahari merusak kolagen dan elastin,
menyebabkan kulit kendur dan garis halus. Hal ini berlaku pada semua warna
kulit.
Selain
itu, bintik matahari yang sering disebut sebagai bintik penuaan dapat
berkembang saat paparan UV memicu produksi berlebih dari melanin. Hal ini juga
berlaku pada semua warna kulit.
3. Mitos: Kanker Kulit pada
Kulit Gelap Tidak Disebabkan oleh Sinar Matahari
Pada kulit yang lebih gelap, melanoma dan kanker kulit
lainnya terkadang dapat terjadi di area yang biasanya tidak terpapar sinar
matahari, seperti kaki atau bantalan kuku. Hal ini menunjukkan bahwa faktor
seperti genetik atau lemahnya sistem imun juga dapat berperan. Oleh karena itu,
beberapa membantah bahwa sinar matahari bukanlah penyebab utama kanker kulit
pada orang dengan kulit lebih gelap.
Namun,
meskipun beberapa kanker kulit pada kulit yang lebih gelap tidak disebabkan
oleh paparan sinar matahari, Dr. Kopelman menjelaskan bahwa radiasi UV masih
dapat menimbulkan risiko dan meningkatkan risiko kanker, semakin menekankan
perlunya setiap orang untuk melindungi dirinya.
4. Fakta: Orang dengan Semua
Warna Kulit Dapat Terkena Kanker Kulit dan Paparan Sinar Matahari Meningkatkan
Risikonya
Meskipun kanker kulit jarang terjadi pada orang berkulit
hitam dan yang berkulit lebih gelap, hal ini tetap bisa terjadi. Dan sayangnya,
hal ini sering terdeteksi pada stadium yang lebih lanjut membuatnya lebih
berbahaya (untuk mereka), ucap Kopelman. “Hal ini mengapa perlindungan matahari
dan pemeriksaan kulit rutin penting untuk setiap orang.”
Kanker
kulit terjadi saat radiasi UV dari matahari merusak DNA sel kulit, menyebabkan
sel kulit tumbuh tidak terkendali. Radiasi UV paling tinggi adalah ketika sinar
matahari sedang paling kuat, biasanya antara pukul 10.00 hingga 16.00 di
Amerika Serikat.
5. Mitos: Tabir Surya
Menyebabkan Defisiensi Vitamin D pada Orang Berkulit Lebih Gelap
Lebih banyak melanin dalam kulit dapat membuat orang
berkulit hitam lebih sulit menyerap vitamin D dari sinar matahari karena
melanin dapat mencegah sintesis alami vitamin D dalam kulit dari paparan sinar
matahari UVB, ucap Susan Massick, MD, seorang dokter kulit dan profesor madya
dermatologi di The Ohio State University Wexner Medical Center di Westerville,
Ohio. “Untuk beberapa individu berkulit lebih gelap, hal ini mungkin
menyebabkan risiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D,” ia
menambahkan.
Oleh karena itu, beberapa orang berkulit gelap
mungkin menghindari penggunaan tabir surya karena berpikir hal itu akan semakin
mengurangi kadar vitamin D mereka dan menyebabkan defisiensi. Namun, beberapa
uji coba lapangan dan studi observasi telah menyimpulkan bahwa penggunaan tabir
surya tampaknya tidak menyebabkan defisiensi vitamin D, meskipun diperlukan
penelitian lebih lanjut pada tabir surya SPF tinggi.
Meskipun tabir surya dirancang untuk menghalangi
sinar UV, yang bertanggung jawab dalam produksi vitamin D, tabir surya tidak
sepenuhnya menghalanginya. Hal ini berarti bahwa beberapa sinar UV masih dapat
menembus kulit, memungkinkan terbentuknya vitamin D.
Jika anda mengkhawatirkan anda tidak
mendapatkan vitamin D yang cukup, bicarakan dengan dokter anda tentang
memeriksa kadar vitamin D anda dan lihatlah apakah mereka merekomendasikan
suplemen vitamin D, yang dapat menjadi alternatif yang lebih aman daripada
mengandalkan sinar matahari untuk dosis harian anda.
6. Fakta: Orang Berkulit Lebih Gelap Lebih Rentan
Mengalami Hiperpigmentasi Akibat Terlalu Banyak Paparan Sinar Matahari
Hiperpigmentasi
terjadi ketika melanin berlebih diproduksi pada area tertentu di kulit,
menghasilkan bintik atau bercak gelap.
“Paparan sinar matahari dapat menyebabkan
produksi melanin lebih tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan pigmen yang
diproduksi dalam kulit,” ucap Dr. Massick. Dia menjelaskan bagaimana ini
merupakan mekanisme pertahanan terhadap sinar UV. Bagi yang berkulit lebih
gelap, respon ini dapat meningkatkan pigmentasi, menghasilkan warna kulit yang
tidak merata.
Perlu diulang, untuk semua warna kulit, tabir
surya dan menghindari atau membatasi paparan sinar matahari adalah cara terbaik
untuk mencegah hal tersebut.
7. Mitos: Orang Berkulit Hitam Bisa Bertahan
dengan Tabir Surya SPF Rendah
SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor dan bertindak melindungi terhadap
sinar UVB, bukan UVA. “SPF menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan kulit
yang dilindungi untuk terbakar dibandingkan dengan kulit yang tidak dilindungi,
dan semakin tinggi SPF, semakin baik perlindungannya terhadap kulit terbakar,”
Massick menambahkan. SPF alami pada kulit yang lebih gelap
diperkirakan sekitar SPF 13. Namun, kadar ini tidak cukup untuk sepenuhnya
melindungi dari kerusakan atau kanker kulit akibat sinar matahari karena
melanin hanya sebagian menyerap dan menyebarkan sinar UV.
Meskipun tabir surya dengan SPF lebih rendah
dapat memberikan beberapa perlindungan, ahli dermatologi umumnya
merekomendasikan untuk menggunakan SPF 30 atau lebih tinggi pada orang dengan
semua warna kulit untuk perlindungan yang lebih baik.
Massick menjelaskan bahwa SPF 30 artinya butuh
waktu 30 kali lebih lama bagi kulit yang terlindungi untuk terbakar
dibandingkan dengan kulit yang tidak terlindungi. Ia menambahkan bahwa SPF 15
menghalangi sekitar 93% sinar UVB, sementara SPF 30 menghalangi sekitar 97%.
Rekomendasinya
untuk memilih tabir surya adalah untuk memilih produk berspektrum luas dengan
SPF paling tidak 30, dan oleskan 15 hingga 20 menit sebelum terpapar sinar
matahari. Dia juga menyarankan menggunakan yang tahan air, tabir surya berwarna
untuk perlindungan tambahan, mengoleskan ulang setiap dua jam sekali, dan masukkan
tabir surya ke dalam rutinitas harian anda. Sebaiknya juga tidak mengandalkan
SPF dalam makeup atau pelembap karena anda mungkin tidak mengoleskannya dengan
cukup untuk perlindungan penuh.
Kesimpulan
Orang berkulit lebih gelap memiliki lebih
banyak melanin, yang memberi beberapa perlindungan dari sinar UV. Namun,
melanin sendiri tidak memberikan perlindungan penuh dari terbakar sinar
matahari dan kanker kulit. Oleh karena itu, penting bagi orang dengan semua
jenis kulit untuk menggunakan tabir surya sebelum terpapar sinar matahari. Hal
ini dapat mengurangi risiko kanker kulit, dan melindungi terhadap jenis
kerusakan kulit lainnya seperti penuaan dini dan hiperpigmentasi.
Melanin
hanya mampu menyerap sebagian sinar UV, sehingga tabir surya tetap penting
digunakan oleh semua warna kulit. Beberapa mitos yang beredar, seperti anggapan
bahwa kulit gelap tidak bisa terbakar atau bahwa tabir surya menyebabkan
kekurangan vitamin D, telah dibantah oleh penelitian dan para ahli. Faktanya,
kanker kulit tetap bisa terjadi pada kulit gelap dan sering kali terdeteksi
lebih lambat, membuatnya lebih berbahaya. Selain itu, paparan sinar matahari
dapat memperparah hiperpigmentasi dan merusak kolagen sehingga menimbulkan
keriput serta garis halus. Karena itu, penggunaan tabir surya dengan SPF
minimal 30, menghindari paparan sinar matahari langsung terutama pada jam
10.00–16.00, serta pemeriksaan kulit rutin dianjurkan untuk semua orang, tanpa
memandang warna kulit.