Sangobion adalah vitamin dan zat besi penambah darah dengan kandungan Ferrous gluconate, manganese sulfate, copper Sulfate, vitamin C, folic acid, vitamin B12. Kandungan pada produk ini membantu proses pembentukan hemoglobin ditubuh sehingga dapat membantu mengatasi anemia saat menstruasi, hamil, menyusui, masa pertumbuhan, dan setelah mengalami pendarahan.
Indikasi Obat
Sangobion diindikasikan untuk penderita anemia karena kekurangan zat besi dan mineral lain yang membantu pembentukan darah.
Dosis Obat dan Aturan Pakai
PERHATIAN : Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan
intruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat
badan, dsb. Dosis yang tertera disini adalah dosis umum.
Dosis Umum : 1 kapsul 1 kali sehari.
Aturan Pakai :
Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
Gunakanlah
antara satu dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali
sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh
sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang
sama setiap hari.
Kontra Indikasi dan Peringatan
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini :
Pasien hipersensitif terhadap kandungan dalam obat ini.
Peringatan :
Penggunaan zat besi bersama makanan akan mengurangi absorpsi atau
penyerapan zat besi tetapi dapat mengurangi terjadinya iritasi lambung.
Hindari memberikan produk selain Sangobion Kids dan Sangobion Baby
kepada anak-anak, terutama yang usianya masih di bawah 6 tahun, karena
berisiko menimbulkan keracunan zat besi.
Sangobion tidak dianjurkan untuk penderita penyakit hemokromatosis, kelebihan zat besi pada jaringan tubuh (hemosiderosis),anemia hemolitik, thalasemia, atau orang yang menerima transfusi darah berulang.
Konsultasikan perihal konsumsi Sangobion dengan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, kolitis ulseratif, atau tukak lambung.
Konsultasikan perihal konsumsi Sangobion dengan dokter jika Anda menderita kecanduan minuman berakohol.
Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Sangobion sebelum menjalani tes darah, terutama untuk pemeriksaanan anemia persinisiosa.
Konsultasikan perihal konsumsi Sangobion dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Konsultasikan perihal konsumsi Sangobion dengan dokter jika Anda
sedang sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu,
untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Sangobion.
Efek Samping
Sangobion umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan.
Efek samping Sangobion meliputi :
Gangguan gastro intestinal atau saluran pencernaan dan tinja berwarna gelap.
Adverse Drug Event (ADE)
Penggunaan
dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Jika terjadi
reaksi berlebihan segera konsultasikan kepada dokter.
Interaksi Obat
Hati-hati
saat menggunakan Sangobion dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi
antara Sangobion dengan obat-obat berikut :
Penurunan penyerapan dari obat golongan biosfosfonat, obat golongan quinolone, obat golongan tetracycline, pantoprazole, levothyroxine, atau levodopa.
Penurunan efektivitas zat besi jika digunakan bersama antasida.
Pengawasan Klinis
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini :
Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat.
Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan ginjal.
Hentikan penggunaan dan kunjungi dokter Anda jika terjadi tanda-tanda alergi.
Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
Penggunaan pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Penggunaan pada Ibu Hamil :
Kategori A: Studi terkontrol pada ibu hamil tidak
menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk
membahayakan janin.
Penggunaan pada Ibu Menyusui :
Suplemen ini dapat terserap ke dalam ASI, tetapi kandungan zat besi di
ASI tidak dipengaruhi oleh kadar zat besi dalam tubuh ibu.