Dexteem plus mengandung zat aktif Dexamethasone 500 mg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg, Obat ini bekerja sebagai antiinflamasi, antirematik, serta antialergi/antihistamin. demam berat, Asma Bronkhial Khronik, Rinitis Alergi, Dermatitis Atopik & Kontak, Reaksi terhadap obat, Serum Sickness, Konjungtivitis alergi, Keratitis & gangguan peradangan Okular.
Indikasi Obat
Dexteem plus diindikasikan untuk alergi yang memerlukan terapi dengan kostikosterod.
Dosis Obat dan Aturan Pakai
PERHATIAN : Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan
intruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat
badan, dsb. Dosis yang tertera disini adalah dosis umum.
Dewasa dan anak >12 tahun: dosis awal 1 tablet setiap 4-6 jam sehari .
Aturan Pakai :
Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
Gunakanlah
antara satu dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali
sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh
sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang
sama setiap hari.
Kontra Indikasi dan Peringatan
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini :
Penderita yang hipersensitif terhadap komponen dalam obat ini atau obat-obatan dengan struktur kimia yang serupa.
Penderita dengan infeksi jamur sistemik.
Penderita tukak lambung aktif.Herpes simplex pada mata.
Peringatan :
Jangan mengonsumsi Dexteem Plus jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
Jangan mengonsumsi Dexteem Plus jika dalam 14 hari terakhir Anda sedang menggunakan obat MAOI, seperti isocarboxazid.
Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit hati, galukoma, tukak lambung, pembesaran prostat, penyakit tiroid, hipertensi, diabetes, osteoporosis, atau asma.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit infeksi tertentu, seperti tuberkolosis, hepatitis B, atau herpes di mata.
Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan
kewaspadaan selama menjalani pengobatan dengan Dexteem Plus, karena obat
ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau
produk herbal tertentu, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Dexteem Plus.
Efek Samping
Dexteem plus umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan.
Penggunaan
dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Jika terjadi
reaksi berlebihan segera konsultasikan kepada dokter.
Interaksi Obat
Hati-hati saat menggunakan Dexteem plus dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Dexteem plus dengan obat-obat berikut :
Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat pereda nyeri opioid, obat penenang (sedatif), atau obat tidur.
Peningkatan risiko terjadinya efek antikolinergik yang berbahaya,
seperti sulit buang air kecil, jantung berdebar, atau linglung, jika
digunakan bersama antidepresan golongan trisiklik atau MAOI.
Peningkatan risiko terjadinya penurunan kadar kalium (hipokalimnea) jika digunakan bersama obat golongan diuretik.
Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin.
Peningkatan kadar dexamethasone di dalam darah jika digunakan bersama erythromycin, ketokonazole, atau ritonavir.
Pengawasan Klinis
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini :
Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat.
Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan ginjal.
Hentikan penggunaan dan kunjungi dokter Anda jika terjadi tanda-tanda alergi.
Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
Penggunaan pada Ibu hamil dan Ibu Menyusui
Penggunaan pada Ibu hamil :
Kategori C: Studi pada binatang
percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi
belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Penggunaan pada Ibu menyusui :
Dexteem Plus dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter.