Mohon tunggu...
Antimo Tablet merupakan obat dengan kandungan Dimenhydrinate yang digunakan untuk mengatasi mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan. Dimenhydrinate bekerja dengan cara menghambat produksi dan kerja histamin yang diproduksi tubuh, sehingga mencegah stimulasi saraf di otak dan telinga bagian dalam yang bisa menyebabkan mual, muntah, dan pusing.
Mengatasi mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan.
Dosis dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet (50 mg), sehari tidak lebih dari 8 tablet (400 mg). Dosis anak usia 8-12 tahun: setengah tablet (25 mg), sehari tidak lebih dari 3 tablet (150 mg). Aturan pakai: Dapat diberikan dengan atau tanpa makanan. Diminum 30 menit sebelum bepergian dengan kendaraan, dapat diulang tiap 4 jam (bila perlu).
Tidak digunakan pada penderita hipersensitif terhadap dimenhidrinat. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular (aritmia, hipertensi, penyakit jantung iskemik, hiperplasia prostat, obstruksi genitourinari, obstruksi piloroduodenal, riwayat asma atau gejala penyempitan saluran pernapasan, gangguan kejang, disfungsi tiroid, peningkatan tekanan intraokular atau glaukoma sudut tertutup, gangguan hati, anak-anak, lansia, ibu hamil dan menyusui.
Signifikan: Sedasi dan eksitasi pada anak-anak. Gangguan jantung: takikardia. Gangguan mata: pandangan kabur. Gangguan saluran cerna: Mulut kering dan rasa tidak nyaman pada epigastrium. Gangguan nutrisi dan metabolisme: Anoreksia. Gangguan jaringan ikat dan muskuloskeletal: Kelemahan otot. Gangguan sistem saraf: Pusing dan sakit kepala. Gangguan psikiatrik: Gugup, kegelisahan, insomnia (terutama pada anak-anak). Gangguan saluran kemih dan ginjal: Kesulitan atau sakit saat buang air kecil. Gangguan saluran pernapasan, toraks, dan mediastinal: Penebalan sekresi bronkial, hidung dan tenggorokan kering. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam. Gangguan vaskular: Hipotensi.
Dapat menutupi gejala berbahaya dari ototoksisitas dengan obat-obatan ototoksik (seperti antibiotik aminoglikosid). Meningkatkan potensi efek obat antikolinergik dan antiparkinson. Mengganggu efek penekan sistem saraf pusat (analgesik narkotik, barbiturat).
Tidak digunakan pada penderita hipersensitif terhadap Dimenhidrinat. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi. Penggunaan obat dapat menyebabkan kantuk, obat tidak boleh dikonsumsi saat sedang berkendara atau saat mengoperasikan mesin.
Penggunaan pada ibu hamil: Dimehidrinat masuk dalam kategori B dengan studi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin tetapi belum ada studi terkontrol pada manusia. Hindari penggunaan pada trimester pertama kehamilan karena semua obat memiliki potensi risiko saat organ janin berkembang. Pada trimester 2 dan 3 gunakan obat hanya jika manfaatnya lebih besar dari risikonya dan di bawah pengawasan dokter. Penggunaan pada ibu menyusui: Tidak direkomendasikan digunakan pada ibu menyusui tanpa konsultasi dengan dokter. Dimenhidrinat diekskresikan ke dalam ASI dan bisa menyebabkan efek samping sedasi pada bayi.
saya biasa minum antimo sebelum bepergian tapi kemarin minum antimo tidak mengantuk sama sekali apakah perlu dinaikkan dosisnya menjadi 2 tablet satu kali minum?
Kurnia Citra
Hallo kak, konsumsi obat ini tidak lebih dari 400 mg perhari masih relatif aman dilakukan jadi, untuk penggunaan sampai dengan 2 tablet dalam sekali perjalanan masih diperbolekan. Namun perlu diwaspadai jika terjadi efek samping maka segera periksakan ke dokter.
Muntah adalah pengeluaran paksa isi perut dan bagian atas sistem pencernaan melalui mulut. Kondisi ini kadang disebut juga sebagai “muntah perut” atau “sakit perut yang memaksa keluar isi lambung