Mohon tunggu...
Domperidone merupakan antagonis dopamine dengan efek antiemetik yang digunakan untuk meredakan masalah yang berhubungan dengan lambung seperti mual dan muntah. Domperidone bekerja dengan memblokir reseptor dopamin di usus. Obat ini meningkatkan pergerakan atau kontraksi otot-otot di lambung dan usus sehingga mempermudah dan mempercepat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.
Meredakan mual dan muntah.
Dosis dewasa: Pengobatan jangka pendek ≥ 35 kg: 10 mg 1-3 kali sehari. Maksimal: 30 mg sehari. Durasi pengobatan maksimal: 1 minggu. Dosis anak-anak ≥ 12 tahun berat badan ≥ 35 kg: Sama dengan dosis dewasa. Aturan pakai: Dikonsumsi 15-30 menit sebelum makan saat perut kosong.
Tidak digunakan pada penderita prolactinoma, hemoragi gastrointestinal, gagal jantung kongestif, hipokalemia, hipomagnesemia, hiperkalemia, gangguan hati sedang hingga berat. Tidak digunakan bersamaan dengan obat yang memperpanjang interval QT atau inhibi
Peningkatan kadar prolactin, mulut kering, diare, anafilaksis, ruam, pruritus, nyeri payudara, sakit kepala, rasa kantuk berlebih.
Penurunan bioavailabilitas dengan antasida atau obat antisecretory. Obat antikolinergik dapat menjadi antagonis dari efek antidispepsia domperidone
Beri tahu dokter atau apoteker jika memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi saat mengonsumsi Domperidone. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi dan efek samping yang berkelanjutan.
Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini pada ibu hamil dan menyusui.
Mual
Muntah
Dexa Medica, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, telah secara konsisten menggunakan kemampuan penelitiannya yang canggih untuk memprioritaskan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Mottonya adalah pemanfaatan keahlian untuk mempromosikan kesehatan adalah konsekuensi alami dari komitmen jangka panjangnya meningkatkan perawatan kesehatan bagi semua orang.
Muntah adalah pengeluaran paksa isi perut dan bagian atas sistem pencernaan melalui mulut. Kondisi ini kadang disebut juga sebagai “muntah perut” atau “sakit perut yang memaksa keluar isi lambung